Sajak-Sajak Terjemahan Abdul Hadi W.M. (II)

7/31/2018
Octavio Paz (Meksiko)
LAGU CINTA

Lebih bening
Dari air menetes ini
Lewat jemari kembar anggur
Pikiranku membentangkan jembatan
Dari dirimu ke dirimu
            Menatapmu
Lebih tepat dibanding manatapi tubuh yang kaudiami
Membaur di pusat jiwaku

Kau lahir untuk hidup di sebuah pulau.

Arthur Rimbaud (Perancis)
NYANYIAN DARI MENARA TINGGI

Moga datang, saat bercinta
Saat kami meluahkan rasa riang

Telah begitu lama aku bersabar
Ingatanku jadi mati
Semua rasa takut dan kesalahan
Terbang semua ke angkasa
Sedangkan nadi darahku
Meledak bersama dahaga yang sakit

O moga datang, saat bercinta
Saat kami meluahkan rasa riang
Seperti padang bermimpi
Melupakan kepedulian
Berbunga dan berkembang
Dengan setanggi dan menyan
Di mana kegarangan berdengung-dengung
Membangkitkan lalat-lalat kotor

O moga datang, saat bercinta
Saat kami meluahkan rasa riang 

Taufiq Sayigh (Syria) 
PERINGATAN

Ada dua orang  kanak, kau dan aku
Kita sama merengek minta boneka
Tapi bila misalnya ada sebuah boneka
Kita akan campakkan dia, tak jadi bermain
Dan kita merengek lagi
Dua orang kanak
Dua kanak-kanak, kau dan aku

Aku tahu apa yang kauingin, dan aku tahu
Kau gagal mendapatkannya, pun aku gagal
Kau tatap matamu, dan kutatap kau
Kau menundukkan muka, aku pun menunduk:
Seorang gadis mati, seorang lelaki mati.

Kau dahaga dan mendaki gunung cari air
Tanpa takutkan singa yang mungkin berada di belukar sana
Di mata air kita lihat bayanganmu, bayang-bayangku
Kita berpaling dan kata “ayo” mati di bibirku.

Di kaki gunung kau jamah tangan terbuat dari besi
Kau berdua berpaling dari pengembara sunyi
Dia menyentuh dada, yang ternyata hanya dingginnya air yang beku
Kusentuh dadaku, yang ternyata terbuat dari air beku

Aku tak ingin begitu, tak juga kau.

Pablo Neruda (Chili) 
GUNUNG DAN SUNGAI

Di negeriku ada sebuah gunung
Di negeriku ada sebuah sungai

Datanglah bersamaku

Malam naik mendaki gunung
Lapar turun ke sungai

Datanglah bersamaku.

Siapa ini yang menderita?
Aku tak kenal, tapi mereka memanggilku.

Datanglah bersamaku.

Aku tak kenal, tapi mereka orang-orangku
Dan mereka berkata lepadaku, “Kami menderita.”

Datanglah bersamaku.

Dan mereka berkata kepadaku, “Orang-orangmu
Orang-orang tak beruntung
di antara gunung dan sungai
menderita lapar dan nestapa,
mereka tak mampu berjuang sendiri,
mereka menantimu, Sahabat!”

Oh kamu, sahabat yang kucintai
Kecil mungil butir merah
Biji gandum,

Perjuangan akan berat,
Hidup pun akan berat,
Tapi kamu akan datang bersamaku. 

Kihara Koichi (Jepang) 
DARI MANA KAU DATANG?

Dari liang lahat batu buta
Dari lubuk kelopak-kelopak mawar belum mekar

Sekarang di mana?

Depan cermin yang memantulkan bayang-bayang orang mati
Depan cermin yang memantulkan kelahiran baru

Ke mana pergimu?

Ke sana ke seberang di balik tempat burung terbang
Ke sana ke seberang di balik ikan menyelam dalam lautan
  
(Diterjemahkan oleh Abdul Hadi W.M.)

Bantu Bagikan

Related Posts

Previous
Next Post »