20 Sajak Sufi Jalaluddin Rumi

8/31/2018


1
Sstt! Diamlah!
Dengar suara dalam dirimu
Ingatlah kalam pertama-Nya:
“Kita melampaui setiap kata.”

2
Di dalam cahaya-Mu, aku belajar mencintai
Di dalam keindahan-Mu, aku belajar menulis puisi
Kau senantiasa menari di dalam hatiku
meski tak seorang pun melihat-Mu
Kadang aku pun ikut menari
dan mata agung inilah yang menjadi inti dari seniku

3
Hakikat Sang Pengasih hadir secara langsung
bagai sinar matahari menerangi bumi
namun kasih-Nya tidaklah berasal
dari berbagai bentuk yang ada di bumi
kasih-Nya melampaui setiap bentuk yang ada
sebab bumi dan segala isinya tercipta
sebagai wujud kasih-Nya.

4
Jika engkau ingin melihat wajah-Nya
maka tengoklah pada wajah sahabatmu tercinta.

5
Sekian lama aku berteriak memanggil-Mu
sambil terus mengetuk pintu rumah-Mu
Ketika pintu itu terbuka, aku pun takjub
dan mulai menyadari:
bahwa sesungguhnya selama ini 
aku telah lama mengetuk pintu dari dalam rumahku sendiri.

6
Demi Allah, ketika kau melihat inti dirimu
sebagai Yang Maha Indah
maka kau pun akan bersumpah
dan menyembah dirimu sendiri

7
Karena cinta segalanya menjadi ada
dan hanya karena cinta pula
maka ketiadaan tampak sebagai keberadaan.

8
Pada Hari Kiamat
orang-orang akan berjalan bagai pemabuk
Di hadapan-Mu, mereka bakal menggigil
dengan wajah pucat karena takut
Maka, aku akan memeluk-Mu
dan berkata kepada mereka:
“Mintalah apa pun
mintalah atas namaku.”

9
Aku ingin melihat wajah-Mu pada sebatang pohon
pada matahari pagi, dan pada langit tanpa warna.

10
Ketika aku mati sebagai manusia
maka para malaikat akan datang
dan mengajakku terbang ke langit tertinggi.
Dan ketika aku mati sebagai malaikat
maka siapa yang akan mendatangiku?
Kau tak akan pernah bisa membayangkannya

11
Diamlah!
Cinta adalah sebutir permata yang tak bisa
seenaknya kau lemparkan
seperti batu.

12
“Mintalah sesuatu kepada-Ku,”
kata-Mu suatu waktu
Aku tertawa dan berkata:
“Aku telah cukup bersama-Mu. Cukup.
Tanpa hadir-Mu, dunia ini hanyalah sebatang kayu
yang mengapung dan terombang-ambing
di lautan-Mu.”

13
Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu.

14
Sufi adalah seorang lelaki 
atau seorang perempuan 
yang telah patah hati terhadap dunia.

15
Segala yang kau lihat mempunyai akarnya
di dalam dunia yang tak terlihat
Bentuk akan berubah
namun isinya tetap sama.

16
Ketika sedih, aku bersinar bagaikan bintang pagi
Ketika patah hati, hakikatku tersingkap sendiri
Ketika diam dan tenang seperti bumi, tangisku bagai guntur
menggetarkan surga di langit jauh

17
Aku tidak tahu siapa sebenarnya aku
Tetapi, ketika aku berjalan ke dalam diriku sendiri
maka aku pun terkejut:
ternyata aku adalah suara-Mu
gema yang terpantul dari tebing keabadian

18
Setiap orang yang tinggal jauh dari sumber-Nya,
dari inti dirinya,
maka ia akan selalu rindu untuk kembali
ke masa ketika ia masih bersama-Nya.

19
Ketika kami mati
jangan cari pusara kami di bumi
tapi cari dan temukan di dalam hati para pecinta.

20
Kematianku adalah perkawinanku dengan keabadian!

Bantu Bagikan

Related Posts

Previous
Next Post »