Friedrich Wilhelm Nietzsche (1844 - 1900)

ADMIN SASTRAMEDIA 5/31/2019

Friedrich Wilhelm Nietzsche yang lahir pada tanggal 15 Oktober 1844 di Saxony. Tanggal lahir Nietzsche bertepatan dengan hari ulang tahun raja Prusia, Friedrich Wilhelm IV, oleh karena itu ia diberi nama yang sama dengan raja Prusia tersebut. Friedrich Wilhelm Nietzsche adalah anak pertama dari keluarga Nietzsche. Ayahnya bernama Karl Ludwig Nietzsche dan ibunya bernama 
Franziska Nietzsche. Pada saat ia kecil hidupnya sangat kental dengan ajaran Kristen Lutheran. Kakek Nietzsche, Friedrich August Ludwig adalah pejabat tinggi dalam gereja Lutheran. Ayah Nietzsche, Karl Ludwig Nietzsche adalah seorang pendeta di desa Röcken, dekat Lützen.

Sejak Nietzsche kecil, sudah dipenuhi dengan pengalaman hidup yang luar biasa. Tantangan pengalaman kehidupannya dimulai pada saat ia berumur 5 tahun, tepat pada tahun 1849, Karl Ludwig Nietzsche ayah dari Friedrich Nietzsche meninggal dunia karena menderita penyakit pelemahan otak. Setahun kemudian, Ludwig Joseph adik laki-laki dari Nietzsche juga meninggal dunia ketika berumur dua tahun. Sejak saat itulah keluarga Nietzsche pindah ke Naumburg dan hanya diasuh oleh ibu Nietzsche, Franziska Öhler. Nietzsche diasuh dalam sebuah rumah yang dipenuhi dengan perempuan suci yaitu, seorang adik perempuannya, neneknya, dan dua orang bibinya. Keadaan seperti ini akan memberikan dampak terhadap kehidupan Nietzsche.

Nietzsche sejak kecil tidak senang bermain-main seperti teman seumurannya. Waktu dan kesendiriannya ia habiskan untuk membaca, mendengarkan musik, dan merenung. Semua perbuatan yang sudah dilakukan dalam hidupnya selalu ia renungkan. Gaya hidup Nietzsche tersebut yang membedakan Nietzsche dengan teman sebayanya. Nietzsche dipandang sebagai anak teladan, bahkan ia juga mendapat julukan sebagai “pendeta kecil”. Julukan tersebut didapat karena selain Nietzsche hidup di lingkungan orang kristen yang berreligius tinggi, ia gemar sekali mendalami Injil yang menjadi kitab orang Kristen.

Masa sekolah Nietzsche berawal di sekolah Gymnasium, tepat pada saat ia berumur enam tahun. Saat itu juga Nietzsche mulai mengenal karya-karya Goethe dan Wagner. Dari situlah ia memiliki bakat dengan sastra dan musik. Julukan “pendeta kecil” Nietzsche dapatkan tidak hanya dari lingkungan dimana ia tinggal tetapi, teman-teman sekelasnyapun juga menjulukinya seperti itu dikarenakan Nietzsche senang mendeklamasikan teks dari alkitab dan puisi rohani.

Pada bulan Oktober tahun 1858 tepat saat Nietzsche berusia empat belas tahun, ia pindah ke sebuah asrama sekolah yang berada di Pforta. Nietzsche mendapatkan beasiswa untuk sekolah di Schulpforta. Asrama sekolah ini merupakan salah satu asrama sekolah yang terbaik di Jerman. Sekolah yang elit dan mengutamakan kedisiplinan. Selama di Pforta Nietzsche juga belajar bahasa Yunani dan Latin secara intensif. Selain dua bahasa itu, Nietzsche juga mempelajari bahasa Hibrani yang akan mengantarkan Nietzsche menjadi seorang pendeta, karena keluarganya menginginkan Nietzsche untuk menjadi seorang pendeta. Namun Nietzsche mengakui bahwa ia tidak mampu menguasai bahasa tersebut.

Nietzsche menempatkan Pforta sebagai tempat ia dapat lebih menggali pengetahuan tentang sastra secara luas, khususnya klasik. Kekaguman Nietzsche dengan karya-karya Klasik Yunani dan kejeniusan para pengarang Yunani juga muncul ketika ia juga masih berada di Pforta. Selain kagum dengan karya klasik dan kejeniusan pengarang Yunani, Nietzsche juga sangat gemar membaca buku sejarah, karya sastra, dan filsafat. Contoh tokoh literatur kuno yang ia gemari adalah Plato dan Sallust, tetapi beberapa karya dari Shakespeare, Byron, Petofi, Jean paul, Kleist, Rousseau juga selalu menjadi inspirasi pemikiran Nietzsche.

Masa remaja Nietzsche tidak seperti remaja-remaja yang lainnya. Masa remaja pada umumnya adalah bersifat selalu ingin bebas, tidak ingin diberatkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi mereka. Mereka masih menginginkan hidup bebas, dan tidak monoton. Berbeda dengan Nietzsche, ia menggunakan dan menghabiskan masa remajanya hanya untuk menggali ilmu pengetahuan yang sangat menarik untuknya. Pengetahuan yang sangat bermanfat bagi kehidupannya kelak. Kebiasaan Nietzsche tersebut juga memunculkan sifat kodratnya sebagai remaja yakni, ia masih mudah terpengaruh dengan hal-hal sekitarnya, tetapi Nietzsche hanya terpengaruh oleh pemikiran-pemikiran tokoh yang terkemuka.

Masa remaja Nietzsche juga tidak seberuntung seperti remaja-remaja yang lainnya. Para remaja yang seharusnya masih terlihat segar, sehat, dan bersemangat. Berbeda dengan masa remaja Nietzsche. Sejak remaja Nietzsche sudah sering sakit-sakitan, ia merasa sakit pada bagian kepala dan perut tanpa belum mengetahui penyakit apa yang dideritanya. Nietzsche sering sekali harus mencari rumah sakit di sekitar Pforta, karena sakit yang dideritanya sering sekali kambuh. Nietzsche meninggal karena sakit jiwa pada 1900.

(Kistiriana Agustin Erry Saputri)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »