Sumur Tanpa Dasar - Arifin C. Noer (Bagian Keempat)

ADMIN SASTRAMEDIA 5/28/2019

BAGIAN KEEMPAT


ASAP DUPA DI MANA-MANA. TERUTAMA DI KAMAR, DI MANA JUMENA YANG DALAM KEADAAN KOMA BERBARING. TAK HENTI-HENTI IA MENGELUH KESAKITAN YANG RUPANYA BERPUSAT DI BALIK DADANYA. LENGUHNYA SANGAT MEMILUKAN. DUDUK BERSIMPUH DI DEKAT KEPALANYA ADALAH WARYA, SALAH SEORANG MANDORNYA, MEMBACA SURAT YASSIN.


DI RUANG TENGAH, YANG HANGUS KARENA DIBAKAR BEBERAPA WAKTU YANG LALU, DUDUK PIKIRAN JUMENA YANG BAGAIKAN MAHLUK BUAS, TUA DAN PURBA. DENGAN MATANYA YANG NYALANG MENYALA IA BERGOYANG-GOYANG DI KURSI GOYANG. SEPERTI IA SEDANG MENGAWASI SETIAP SUDUT DARIMANA AKAN MUNCUL MUSUH-MUSUHNYA.


1


MUNCUL EUIS DIIKUTI PEREMPUAN TUA, KEDUANYA BERKERUDUNG. KELIHATANNYA SANGAT KUYU, PUCAT SEKALI EUIS SEMENTARA KANDUNGANNYA MULAI MEMBERAT SAKING BESARNYA.


EUIS

Apa pesan pak Dokter?

P. TUA

Bapak Dokter tidak bilang apa-apa. Setelah memberikan suntikan semalam, beliau hanya pesan agar segala kemauan bapak dituruti saja. Segala makanan apa saja boleh, kata beliau (Diam) Lebih baik ibu segera masuk ke dalam

EUIS MENGGELENG SEDIH


P. TUA

Lupakan yang sudah-sudah, tak ada baiknya.

EUIS

Saya takut mengganggu ketenangannya

P. TUA

Jangan pikirkan apa-apa. Tidak ada gunanya. Juga jangan bicarakan apa-apa. Yang paling baik pada saat seperti ini Ibu ke kamar dan menemui beliau, biar beliau senang. Mudah-mudahan dengan begitu beliau akan cepat sembuh. Dengan sedikit lebih tabah lagi, insyaAllah semuanya akan beres, dan rumah ini akan lebih bercahaya dari hari-hari sebelumnya; dengan seorang dua orang anak berkejaran diantara kursi-kursi makan

BEBERAPA SAAT MEREKA SALING MEMBISU. KEMUDIAN KEDUANYA MASUK KE DALAM KAMAR JUMENA



2


WARYA DI KAKI RANJANG DI TEMPAT JUMENA BERBARING. DI KAMAR


EUIS (Menahan sedu)

Terlalu menderita

P. TUA (Memijit-mijit jarinya sendiri yang kering)

Dalam tidur pun tampaknya tidak juga ia mau berhenti berpikir

KEMUDIAN KELIHATAN MEREKA MULAI BERCAKAP-CAKAP



3


SESEORANG DI BALIK LONCENG MUNCUL. SECARA PASTI IA MELANGKAH MASUK KE DALAM KAMAR JUMENA. DI SANA IA MENYUAPI JUMENA MAKAN. SETELAH SELESAI JUMENA MAKAN, ORANG ITU SANG PEMBURU, KEMBALI MASUK KE DALAM LONCENG YANG BERDENTANGAN


4


JUMENA

Siapa yang mau percaya bahwa si edan Kamil yang membakar pabrik tenun saya? Coba saja, buat apa dia? Atau memang semua orang sedang merebut menguasai dan merusak harta saya? (Menggeram) Boleh saja kalau bisa

(Lewat Marjuki)


Boleh


LEWAT MARKABA DAN LODOD


JUMENA

Siapa mereka? (Memukul-mukul kepalanya sendiri)

PEMBURU

Jangan hiraukan. Tidak banyak lagi kesemapatanmu

JUMENA

Saya akan lawan mereka.

PEMBURU

Itu lebih baik barangkali

JUMENA

Saya harus menang

PEMBURU

Kau pasti menang

5


SABARUDDIN DAN PAK HAJI BAKRI MEMASUKI RUMAH ITU DAN LANGSUNG KE KAMAR JUMENA


SABARUDDIN

InsyaAllah pak Jumena lekas sembuh. Beliau sanagt kuat dan tabah (Pada Perempuan Tua) Dimasak seperti jamu pahit godokan

PEREMPUAN TUA KELUAR SETELAH MENERIMA BUNGKUSAN JAMU DARI SABARUDDIN


PAK HAJI

Pak Warya sebaiknya tidur dulu

WARYA

Biar saya tidur di sini saja (Berbaring di lantai)

PAK HAJI

Jangan terlalu kecil hati, Euis. InsyaAllah semuanya akan berlalu dengan selamat

EUIS

Terima kasih pak haji

PAK HAJI

Tawakal

SETELAH MENGUCAPKAN KALIMAT ITU, PAK HAJI DAN SABAR MENINGGALKAN KAMAR ITU LALU MENINGGALKAN RUMAH ITU. SETELAH EUIS SENDIRIAN IA MENANGIS, SETELAH AGAK LAMA, SETELAH IA MENDAPATKAN SEMANGATNYA KEMBALI. EUIS MENINGGALKAN KAMAR ITU MENUJU KAMAR



6


JUMENA

Hh….hh…..hh…..Bangsat….Bangsat….hh….

(uki Muncul Dan Berdiri Di Sisi Jumena)


Hh….Bangsat. hh….


(Muncul Euis Berdiri Di Sisi Lain Jumena)


Bangsat. Hhh…..bangsat. Bangsat….Hh…hhh….


PAK HAJI

Allah….Allah….Muhammadurrasulullah…Allah….Allah….

7


MUNCUL MARKABA DAN LODOD, SI BANDIT DAN SI IDIOT


MARKABA

Siapa perempuan itu?

JUKI

Istrinya

MARKABA

Eerste klas. Jitu, yahud!, Betul tidak Lodod?

LODOD (Mengacungkan kedua jempol tangannya)

Haaa

JUMENA

Bangsat! bangsat!

JUKI

Markaba, setelah semuanya selesai, saya kira kau tidak lupa perjanjian kita

MARKABA

Lodod!

LODOD

Dibagi tiga sama rata, satu sen tidak berbeda

JUKI

Sebelum itu, Mar. Apa semua langkah-langkah masak kau perhitungkan?

MARKABA

Betul-betul kamu banci. Tidak pernah cair pengecutmu. Tapi untung kau punya pipa sehebat itu. Iblispun lari melihat pipamu, apalagi perempuan( Tersenyum) Seperti pertanyaan anak kecil saja. lebih baik kamu jawab pertanyaan saya! Sedang apa orang itu?

JUKI

Tidur, kata istrinya

MARKABA (Menerawang)

Dan dia akan tidur terus

JUMENA

Coba saja kalau bisa. Sudah tahu saya cara untuk mengalahkan mereka

MARKABA

Lodod!

LODOD (Seperti bisaa)

Haa….

MARKABA (Pada Juki)

Kamu gemetar sekali seperti kena malaria

KEDUANYA TERTAWA. KEDUANYA MENDEKATI JUMENA DAN TERTAWA


JUMENA

Bunuh saya, bangsat! Bunuh saya! Kalau bisa! (Tertawa)

(Keduanya Tertawa)


Semua binatang, binatang-binatang, setan-setan, bahkan para malaikat pn menghendaki harta saya. Bunuh saya, bangsat. bunh saya! kalau bisa! (Tertawa)


SABARUDDIN

Allah….Allah….

JUKI

Mar, kapan mau mulai?

MARKABA

Kau gugup sekali seperti perawan (Pada Lodod) Heh, bagaimana perasaanmu?

LODOD

Angin….(Tertawa) Haaa…

MARKABA 

Kamu seperti tiang listrik (Pada Juki) Coba, Juki,  Perhatikan batang pohon itu. Diam-diam Lodod telah menjadi seorang Filsuf. (Pada Lodod)Heh, pelepah pisang. Apa yang penting untukmu?

LODOD

Perempuan dan makan (Tertawa)

MARKABA

Dia lupa, kita tidak bisa enak main perempuan dalam keadaan lapar. (Pada Lodod) Dod, itu harus dibalik. Makan dulu baru perempuan. Betul tidak?

LODOD (Seperti bisaa)

Haaa…

MARKABA

Lalu apa tujuan hidup kita, kata dukun kita?

LODOD 

Angin (Tertawa)

MARKABA

Artinya?

LODOD (Tertawa)

Angin sama dengan nol. Nol sama dengan kosong (Tertawa) Kosong sama dengan makan dan perempuan (Tertawa)

MARKABA (Tertawa)

Nah, kau lihat, Juki. Lodod betul-betul manusia sejati. Dia betul-betul pahlawan segala zaman

JUMENA TERTAWA


JUMENA (Kemudian meraung)

Apa? Saya sudah tempuh semuanya. Saya hamburkan uang saya. Saya tiduri segala hotel. Saya masuki segala restoran. Warung-warung. Saya tiduri semua kota. Saya makan segala makanan. Saya minum segala minuman. Saya hisap seluruhh kenikmatan perempuan segala jenis. Saya tidak mendapatkan apa yang saya inginkan. Nol! Sedemikian tega Tuhan melemparkans aya ke pinggir kali

SEPI DAN BEKU SEJENAK. TEGANG. TERGANTUNG


MARKABA

Dod, lihatlah Marjuki. Dia sedang mencuci bajunya dengan keringatnya sendiri. Ayo, sekarang kita tidur. Juki biar berjaga di sini (Pada Juki) Waalupun kamu seorang pengecut saya berani bertaruh kamu bisa bersiul. Nah, bersiulah kalau ada apa-apa. (Pada Lodod) Lodod!

MARKABA DAN LODOD KELUAR. ANJING-ANJING SALING MENGGONGGONG SANAGT RIUH SEKALI



8


DUA LELAKI DEKAT LONCENG MUNCUL DAN MENEMBAK KE ATAS. LONCENG PUN BERDENTANG


9


EUIS

….Allah….Allah…. Akang kita akan punya anak….

PAK HAJI

Euis, relakan suamimu, relakan. Biar lapang dadanya, biar akangmu tidak terlalu lama menderita (Menahan tangis dan setengah berteriak) Jangan ada yang syirik! relakan! Biarkan! Biarkan dia kembali ke asalnya! Allah, jangan ada yang syirik! (Kembali menuntun) Allah…Jum….Jum….

PEREMPUAN TUA MENGANGKAT EUIS DAN MEMBAWANYA KELUAR DARI KAMAR


SABARUDDIN

Allah….Allah….(KEpada Orang-orang) Kaum wanita sebaiknya keluar saja. Beliau kepanasan. Ganti handuknya. mana kain yang kering? ….Allah….Allah….

JUMENA

Bangsat!

PAK HAJI

Jum, sadar, Jum. Sebut nama Allah….Allah….Jum….Allah….

10


JUKI SEGERA MENGHAMPIRI KETIKA MUNCUL MARKABA DAN LODOD YANG TERTAWA


JUKI

Bagaimana?

MARKABA

Bagaimana, Lodod?

LODOD (Tolol)

Bagaimana?

MARKABA (Tertawa)

Semuanya seperti angina laut yang menyegarkan

LODOD

Segar seperti hujan-hujanan

JUKI

Bagaimana, Mar?

MARKABA (Tertawa)

Juki, Juki. Rupanya kau telah menghidangkan mayat untuk saya

JUKI

Maksudmu?

JUMENA (Tertawa)

Tertipu mereka. Saya kelabui mereka

MARKABA

Ketika saya masuk, orang itu sudah tergantung diudara dengan seutas tali di lehernya

LODOD

Berkibar-kibar seperti bendera

JUKI

Mar, kau tidak bergurau?

MARKABA

Kau timbanglah sendiri. Kira-kira betul tidak yang saya katakan (Tertawa) Dan agaknya sebelum orang itu mengibarkan badannya yang malang supaya bergoyang-goyang ditiup angina, ia telah menulis surat wasiat yang berbunyi

JUMENA

“Semua harta kekayaan diwariskan kepada dua orang yang tak dikenal yang bernama Markaba dan Lodod”

JUKI

Mar, Kau jangan  berkata begitu. Kau mulai tidak jujur

MARKABA

Kau pengecut banci yang lekas marah. Tapi sekali lagi saya bilang, untung kamu punya pipa, jadi seram kelihatannya. Saya berani bertaruh ayahmu dulu seorang lelaki lemah yang sering dipukuli istrinya. Dengarkan baik-baik, toh kamu belum membaca surat wasiat itu. Selanjutnya dalam akte itu dicantumkan juga :”Berhubung Juki punya pipa, Maka patut dikasihani oleh Markaba dan Lodod, dengan bagian sepertiga dari jumlah seluruhnya” (Pada Lodod) Lodod!

LODOD

“Wassalam: Orang yang malang

JUKI TERSENYUM SENANG


MARKABA

Sampai mati kau boleh tersenyum sebab kamu akan memiliki rumah ini dengan segala pabrik dan kebun-kebunnya dan andil-andilnya dengan syarat….

JUMENA

Demi Tuhan, tidak! Ini hanya pikiran saya! (Menangis) Anakku, di mana kau?

JUKI

Kau betul-betul lihai, Mar. Semua orang nanti akan mengira dia mati bunuh diri, bukan?

MARKABA (Membentak)

Memang dia bunuh dir! Lodod!

LODOD TERTAWA


MARKABA

Angin adalah sesuatu yang terbaik di dunia. Sekarang orang itu telah menjadi angin

LODOD

Angin, dingin. Dingin, bereselimut. Selimut. Tidur (Tertawa)

KETIKA MARJUKI IKUT KETAWA, YANG LAIN BERHENTI KETAWA SEHINGGA LAMA-LAMA TAWA JUKI CEMPLANG DAN BERHENTI


MARKABA

Kamu jangan ketawa dulu seperti Bandar Kim Ok yang lehernya berlipat itu. Kamu toh belum mendengar syarat yang akan saya ajukan. Inilah syarat itu. Sebelum saya dan Lodod keluar dari sini. Saya perlu sedikit hiburan. Mana perempuan tadi? Dia hartanya juga, kan?

JUKI (Menyembunyikan gentarnya)

Tentu saja dia lain, Mar

MARKABA

Lodod

LODOD MENGGELENG-GELENGKAN KEPALANYA


MARKABA

Apa kamu tidak kenal saya?

JUKI

Tapi tentu kau bisa mengerti perasaan saya, Mar

MARKABA

Lodod

LODOD MENGGELENG-GELENGKAN KEPALANYA


MARKABA

Apa kamu sedang main asmara sama dia? – Lodod!

LODOD

Kelas satu! (Mengacungkan kedua ibu jarinya)

MARKABA

Bagaimana? Apa kamu mau berurusan sedikit dengan Lodod? Saya berani bertaruh kamu tidak ingin menggantung diri, bukan?

JUMENA (Tertawa)

Tidak satupun yang bisa mengalahkan saya, tidak satu pun!

JUKI

Bukan itu maksud saya, Mar. (Diam) Baiklah, Mar. kau boleh mengambil dia

MARKABA

Saay tidak akan mengambil dia. Saya hanya butuh malam ini

JUKI

Tapi kalau bisa, Mar

MARKABA (Tidak sabar)

Sudah terlalu malam, Juki!

JUKI

Sebentar, Mar

JUMENA (Tertawa)

Saya harus berhibur sedikit…. Lalu bagaimana?

11


EUIS (Muncul dan jijik marah)

Kau tega memperlakukan saya seperti binatang

JUKI

Tidak usah banyak turut campur, manis. Turut saja apa kata saya. Akan lancer semuanya

EUIS

Kamu kira saya tuli? Anak kecil?

JUKI

Kau belum paham, manis. Percayalah. Semuanya akan beres persis seperti rencana kita

JUMENA (Tertawa)

Tidak segampang yang mereka sangka!

EUIS

Saya betul-betul paham sekarang. Kalau kau serahkan tubuh saya pada kawan-kawanmu itu, kelak orang akan menyangka saya telah diperkosa dia

JUKI (Segera)

Euis!

EUIS

Tidak! akan saya buka semuanya. Akan saya katakan bahwa kau licik. Keberanianmu Cuma di mulut. Saya tidak peduli pada apa yang akan terjadi pada diri saya. Daripada saya kawin dengan kamu, lebih baik saya tenggelam dalam sumur. Dan lebih baik lagi kalau saya ikut kawan-kawanmu yang betul-betul jantan. Tapi sebelum itu, saya akan bongkar semua rancanganmu yang busuk itu supaya kamu rasakan sendiri hasil tipuanmu

JUKI

Euis, kau jangan ambil resiko yang bukan-bukan


EUIS

Tidak. Lebih baik saya katakan semuanya kepada kawan-kawanmu

JUKI

Euis!

MARKABA

Juki! (Matanya merah. Lantas pada Euis) Apa yang mau kau katakan? Apa rancangannya?

KETEGANGAN MENEKAN MEREKA, EUIS MEMANDANG JUKI DENGAN RASA JIJIK BERCAMPUR CINTA YANG TAK BERSEMANGAT


MARKABA

Katakan semuanya. Rancangan  apa yang telah disusunnya?

JUKI

Euis (Merasa pisau itu telah menempel di pipinya)

EUIS

Tapi sebelum saya bilang. Berjanjilah kalian mau membawa saya kemana kalian pergi

MARKABA

Gampang itu. Lekas katakan semua seterang-terangnya (Kepada Lodod) Lodod!

LODOD MEMBAYANGI JUKI DENGAN PANDANGAN-PANDANGANNYA


EUIS (Dengan air matanya)

Dia akan menjebak kalian dalam rencana pembunuhan ini. Dia akan memberi jejak-jejak kepada polisi agar polisi gampang menangkap kalian. Dia akan…

MARKABA

Babi!

JUKI

Bohong! Bohong! (Pada MArkaba) Mar, apa kau percaya? Percaya kepada mulutnya, kau….

MARKABA

Tidak. Tapi saya lebih tidak percaya kepadamu. kau licik, itu sudah jelas dalam cara kau berjudi. Juki, lihat mata saya. Sering kamu melihat saya marah, tapi lihatlah. belum pernah saya marah sedemikian hebatnya. Selama hidup bertualang belum pernah saya dikhianati kawan sendiri sedemikian rendahnya. Jangan pula kau mengira saya takut mati. 

Saya tidak pernah takut sama siapapun. Kalaupun polisi akan membelah dada saya menajdi dua puluh kerat, saya juga tidak akan takut. Mati bagi saya tidak berarti apa-apa. Tidak ada Tuhan!


JUMENA

Tidak ada surga

MARKABA

Tidak ada neraka

JUMENA

Tidak ada malaikat

MARKABA

Tak ada apa-apa di sini dan di mana saja

JUMENA

Nonsens!

MARKABA

kau pengecut! tak usah kau pungkiri. Dan kau memang kerbau berpipa! Saya ingin menampar mulutmu yang berewok itu. Sedemikian marah saya dan sedemikian terkejut saya karena tidak sedikit pun saya mengira ini semua bisa terjadi, padahal saya percaya kepadamu!

JUKI

Tapi semua itu dusta, Mar

MARKABA

Kamu tidak punya apa-apa lagi untuk membela dirimu, Juki

JUKI 

Terserah. terserah kalau kamu bisa terpengaruh oleh mulut perempuan itu, tapi tentu kamu bisa memaafkan saya, Mar, Ambilah ahrta itu semua, tapi maafkanlah saya. Mar, kau lupa saya sahabatmu. Mar?

MARKABA

Kamu yang lupa saya dan kawan-kawan kamu!

JUKI

Mar, maafkan saya! (Lari, pergi)

MARKABA

Lodod! (Mengejar bersama Lodod)

SEJUTA EKOR ANJING MENGGONGGONG. EUIS MENENGADAH DAN MENUTUP TELINGANYA. KEMUDIAN DIA LARI



12


JUMENA (Yang di kursi berseru gembira)

Nyai!

P. TUA (Di tepi ranjang)

Ya, gan

JUMENA

Kalau alam bisa memperlakukan saya seperti itu, saya kira alam juga bisa memperlakukan orang-orang itu seperti yang saya bayangkan. Jadi begini setelah menyembelih Marjuki, kedua orang asing itu pasti kemudian mati diracun oleh perempuan tukang sihir itu. Sedangkan Euis akan mati karena gila. Euis kejatuhan buah kelapa.

Nah, akhirnya amanlah hidup dan harta saya. Aman sudah. Sekarang, pintu-pintu dan jendela supaya kembali dibuka seperti bisaanya. Tapi sekalipun demikian, ada satu yang tidak akan pernah selesai: kita tidak akan pernah sampai, tidak saya, tidak juga kau. Ayo, buka semua!


P. TUA

Ya, gan

JUMENA

Dan saya akan kawin lagi! Saya akan mulai hidup lagi dengan sikap pura-pura seperti setiap orang, karena agaknya, hidup hanya bisa diatasi dengan cara kucing-kucingan seperti itu, sambil kita rangkai kembang-kembang kematian dan kelahiran, dalam perasaan harap-harap cemas

13


SEJUTA SENAPAN MELETUS BERSAMA, LALU SEJUTA LONCENG BERDENTANG BERSAMA

PEMBURU
Kau tahu kau sudah mati?

JUMENA

Apa?
PEMBURU
Kau sudah mati

JUMENA

Gila! Saya sendiri tidak tahu (Senyum pahit) Apa boleh buat

PEMBURU

Tidak perlu tahu, seperti halnya tentang hidup

JUMENA

Tapi saya selalu ingin tahu

PEMBURU

Hampir semua orang juga ingin tahu, tapi umumnya orang lebih hemat dalam segala hal dan lebih sibuk menyiapkan segala sesuatunya untuk menuju surga. Kau telah memakan buah khuldi, sementara orang umumnya lebih suka menelan air liurnya, lantaran mereka tak mau kehilangan surganya

JUMENA

Kau ini sebenarnya siapa?

PEMBURU

Yang kau cari. Yang kau rindui. Ayahmu alias Tanya

JUMENA TERPESONA. PEMBURU TERSENYUM. AGUNG SEKALI


JUMENA

Bajingan!

PEMBURU

Mulutmu kotor seperti otakmu

JUMENA TERSENYUM


JUMENA

Kalau begitu, betul saya sudah mati?

PEMBURU

Begitu kata orang

JUMENA

Lalu bagaimana? apakah ini berarti saya ahrus mulai lagi?

PEMBURU

Tidak, anakku. Lebih baik kau lanjutkan. ikutilah saya

JUMENA MENGIKUTI LANGKAH PEMBURU MENUJU LONCENG RAKSASA ITU


JUMENA

Dari sini kita mulai?

PEMBURU

Ya

SEMUANYA MASUK KE DALAM LONCENG RAKSASA ITU, SEMENTARA SEBELUMNYA IA SUDAH MEMPERDENGARKAN BUNYINYA YANG MENGGEMA TEPAT PUKUL 12


KETIKA MUNCUL PEREMPUAN TUA MENGAMBIL TEMPOLONG LUDAH DI KAKI KURSI GOYANG, DAN TEPAT SELANGKAH KETIKA IA MASUK KE DALAM, SEMUA LAMPU SUSUT CAHAYA DAN LAYAR TURUN PERLAHAN


SELESAI


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »