Asrul Sani (1926 - 2004)

ADMIN SASTRAMEDIA 6/01/2019


Asrul Sani lahir di Rao, Sumatra Barat, 10 Juni 1926. Selepas HIS Bukittinggi, Asrul pindah ke Jakarta untuk mampir sekolah di Koningin Wilhelmina School (KWS) sebelum akhirnya kembali ke Bukittinggi karena tidak suka sekolah teknik. Barulah tahun 1942, Asrul ke Jakarta lagi untuk sekolah di SMP Taman Siswa sampai selesai. Asrul sebagai Sarjana Kedokteran Hewan, IPB sempat tinggal setahun di Amerika untuk mendalami sinematografi di University of Southhern California. 

Sepulang dari Negeri Paman Sam, atas desakan Usmar Ismail, Asrul membuat skenario film pertamanya Long March. Sejak itu, dia mulai serius di dunia perfilman Indonesia. baik sebagai penulis skenario atau sutradara.  Lewat Jam Malam adalah filmnya yang memenangkan FFI I tahun 1955. 

Asrul pernah menjabat Ketua Dewan Kesenian Jakarta (1977-1987), Ketua Lembaga Seniman Kebudayaan Muslim (Lesbumi), Pengurus Pusat Nahdatul Ulama, Anggota DPR-MPR (1966-1983). 

Buku-buku yang pernah lahir darinya -selain Tiga Menguak Takdir- adalah: Mantera (KS, 1965), Dari Suatu Masa dari Suatu Tempat (KC, 1972), Mahkamah (ND, 1988), Jenderal Nagabonar (Skenario film, 1988), dan Surat-Surat Kepercayaan (KE, 1979). Selain itu, Asrul juga seorang penerjemah yang andal. Sejumlah sastrawan dunia pernah dia indonesiakan, seperti Shakespeare, Dostoyevsky, Gogol, Yasunari, Tagore, Sartre, Mishima, Exsupery, Dermount, dan lainnya.

Asrul sebagai anak seorang Raja yang bergelar “Sultan Marah Sani Syair Alamsyah Yang Dipertuan Sakti Rao Mapat” wafat pada 11 Januari 2004 (usia 76 tahun).

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »