Erlebnis dalam Puisi Du Hast Gerufen, Herr, Ich Komme - Nietzsche

ADMIN SASTRAMEDIA 6/01/2019

Bagaimana puisi Du Hast Gerufen – Herr, Ich Komme karya Nietzsche ditinjau dari hermeneutik Wilhelm Dilthey? Konsep Dilthey di bidang hermeneutik adalah interpretasi data dan riset historis yang dibagi menjadi tiga, yaitu, Erlebnis (pengalaman yang hidup), Ausdruck (ungkapan), dan Verstehen (pemahaman). 

Erlebnis dalam Du Hast Gerufen – Herr, Ich Komme Nietzsche


Dilihat dari sudut pandang artinya, Erlebnis (pengalaman yang hidup) merupakan sesuatu yang menghadirkan kesatuan makna. Unsur-unsur yang dapat membentuk kesatuan makna adalah fakta-fakta hidup yang dapat disadari dan saling membangun struktur kehidupan bersama yang sistematik dan dinamis dalam dirinya. Sifat Erlebnis bergerak dalam waktu tertentu atau dapat dikatakan menyejarah. Oleh karena itu, dalam memahami Erlebnis kita harus menggunakan kategori pikiran yang bersifat dan berhubungan dengan kesejarahan.

Erlebnis yang mempunyai makna pengalaman yang hidup, berasal dari kata kerja erleben yang berarti mengalami. Pengalaman yang hidup atau Erlebnis ditentukan oleh proses timbal balik antara pengalaman lama dan pengalaman baru. Menurut Pradopo (2001: 127), kepribadian seseorang dapat dilihat dari bagaimana ia membuat kebertautan antara pengalaman lama dan pengalaman baru menurut proses timbal balik.

Pengalaman lama adalah pengalaman yang pernah dialami atau sudah terjadi tetapi sampai saat ini masih dimiliki, sedangkan pengalaman baru itu adalah pengalaman yang dapat memberi arti dan penafsiran baru terhadap pengalaman-pengalaman lama. Dengan demikian ada pengaruh timbal balik yang terus berkelanjutan antara pengalaman baru dan pengalaman lama, yang akhirnya menentukan bagaimana seseorang mengalami hidup. keterkaitan pengalaman baru dan lama tersebut juga dapat memahami kepribadian seseorang.

Ilmu pengetahuan tentang hidup tergantung pada pengalaman-pengalaman batin seseorang. Pada hakikatnya hidup dialami secara langsung oleh manusia tanpa terlalu mempersoalkan perbedaan subjek dan objek karena keduanya memiliki keterkaitan dan hubungan dinamis. Pengalaman yang dihayati dalam hidup seseorang merupakan kenyataan sadar dari keberadaan manusia dan sekaligus kenyataan dasar hidup yang digambarkan.

Dalam pembahasan Erlebnis (pengalaman yang hidup), Dilthey mempunyai sasaran untuk memahami manusia yang menyejarah. Pemahaman yang dihasilkan oleh manusia yang menyejarah itu adalah mutlak bagi manusia itu sendiri sebab, manusia adalah produk dari suatu sistem sosial atau eksternal. Menurut Dilthey sistem eksternal adalah basis pemahaman historis atau sejarah.

Dalam penelitian ini konsep Erlebnis hermeneutika Dilthey dibagi menjadi dua tema Du Hast Gerufen – Herr, Ich Komme, yaitu:

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »