Sejarah Penciptaan Puisi Du Hast Gerufen – Herr, Ich Komme karya Nietzsche

ADMIN SASTRAMEDIA 6/01/2019
Oleh Kistiriana Agustin Erry Saputri 


Friedrich Wilhelm Nietzsche 
Du Hast Gerufen – Herr, Ich Komme 

Du hast gerufen:
Herr : ich eile
Und weile
An deines Thrones Stufen.
Von Lieb entglommen
Strahlt mir so herzlich,
Schmerzlich
Dein Blick ins Herz ein : Herr , ich komme.

Ich war verloren
Taumeltrunken
Versunken,
Zur Höll und Qual erkoren.
Du standst von ferne:
Dein Bück unsӓglich
Beweglich
Traf mich so oft : nun komm’ ich gerne.

Ich fühl’ ein Grauen.
Vor der Sünde
Nachtgründe
Und mag nicht rückwӓrts schauen
Kann dich nicht lassen,
In Nӓchten schaurig,
Traurig
Seh’ ich auf dich und muss dich fassen.

Du bist so milde,
Treu und innig.
Herzinnig,
Lieb Sünderheilendsbilde!
Still mein Verlangen,
Mein Sinnen und Denken
Zu Senken
In deine Lieb’
an dir zu hangen.

Friedrich Wilhelm Nietzsche 
Engkau Memanggil, Tuhan, Kuhampiri

engkau memanggil:
Tuhan: aku bergegas
dan kini mendamba
di tangga singgasanaMu
dinyalakan cinta
pandangMu alangkah ramah
menyakitkan
berkilau menembus kalbu:Tuhan kuhampiri

dulu aku tersesat
mabuk mimpi
terbenam
terpilih bagi neraka dan sengsara
dulu kau menjulang jauh
pandangMu tak terpermanai 
berkisar
menyentuhku kerap sekali: kini gemar kuhampiri

aku ngeri
akan kedalaman malam
sang dosa
dan enggan kuberpaling
tak sanggup abaikanMu
di malam seram ngeri
dengan pilu
aku menatapMu, harus merengkuhmu

begitu lembut engkau
setia, pengasih
maha penyayang
wahai, citra juru selamat!
kabulkan hasratku
sanggupkan cita pikirku
tenggelam dalam
ke kedalaman cintaMu,
biar erat terpagut padamu

(Terjemahan: Agus R. Sarjono dan Berthold Damshäuser dalam Syahwat Keabadian, Nietzsche, Depok: Komodo Books. 2010)

Nietzsche menciptakan puisi Du hast gerufen – Herr, ich komme pada tahun 1862, ketika itu sastra Jerman berada pada masa realismus yang berlangsung tahun 1848-1890. Kata realismus berasal dari bahasa latin res-ding, sache, Wirklichkeit yang jika disimpulkan berarti sesuatu yang benar-benar. Istilah realismus digunakan karena karya sastra yang diciptakan berdasarkan kenyataan yang terjadi pada saat itu.

Terciptanya puisi Du hast gerufen – Herr, ich komme tentu saja berkaitan dengan karakteristik masa realimus. Karakteristik realismus yaitu, bersifat objektif dan menggambarkan kehidupan yang nyata. Ciri lain dari realismus adalah paham materialisme. Materialisme adalah paham yang menganggap hanya materi yang eksis dan yang non-materi hanyalah ilusi para penganut agama (believers) (Rizali, 2009: 173). Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Härkotter (1971: 97), bahwa salah satu ciri realismus yakni munculnya paham Materialisme:

Der Materialisme. Dabei Übersteigerte man den Hang zum Diesseitigen häufig zum Materialisme. Für viele gab es keine hohen sittlichen Ideale mehr, ihr Leben ging in zunehmenden Maβe im Materiallen auf, im Erwerb von Gütern und im Lebensgenuβ. Für die Religion war kein Platz mehr in der Welt, glaubte man doch im Siegesrausch der Erfindungen, die Geheimnisse des Alls und des Lebens eines Tages ergründen zu können, ohne noch eines höheren Wesens als Schöpfer und Lenker zu bedürfen. 

(Materialisme. Ini adalah kecenderungan orang berlebihan untuk materialisme. Bagi banyak orang, bukan lagi cita-cita moral yang tinggi, kehidupan mereka tumbuh di dalam masyarakat yang lebih mengakui sisi barang dan konsumsi kehidupan. Tidak ada tempat bagi agama, tapi satu kemenangan dalam hiruk pikuk penemuan, menembus rahasia alam semesta dan kehidupan suatu hari, bahkan tidak membutuhkan makhluk yang lebih tinggi sebagai pencipta dan penguasa.)

Dalam latar belakang terciptanya puisi Du hast gerufen – Herr, ich komme, secara garis besar Nietzsche menggambarkan kehidupan pada saat itu. Kehidupan masyarakat di zaman itu lebih menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat supranatural atau agama. Hal tersebut terlihat dari munculnya teori-teori dari tokoh besar seperti berikut ini:

Pertama menurut teori Darwin (1809-1892), spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup sebelumnya, dan evolusi terjadi melalui seleksi alam. Termasuk juga di dalamnya adalah manusia, Darwin menganggap bahwa manusia yang hidup saat ini adalah hasil dari evolusi. Hal ini tentu saja bertentangan dengan ajaran agama, yang menyatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan dan bukan berasal dari sebuah proses evolusi. Meskipun Darwin bukan berasal dari Jerman, namun teorinya sangat mempengaruhi pemikiran orang-orang di jaman itu termasuk Nietzsche.

Kedua adalah teori dari salah satu filsuf dan antropolog termasyhur dari Jerman yaitu Ludwig Feuerbach (1804-1872). Nietzsche juga salah satu pembaca karya-karyanya, dan inilah salah satu yang mempengaruhi pemikiran Nietzsche mengenai agama. Teori Ludwig Feuerbach yakni ide tentang Tuhan berasal dari keinginan ideal manusia akan ketidakterbatasan dan suatu keabadian. Keinginan ideal itu mengungkapkan dambaan dan cita-cita hidup manusia.

Manusia tidak berdaya meraih cita-cita ideal itu, maka manusia berkat daya fantasi yang dimilikinya mulai menggagaskan adanya suatu entitas yang memiliki kekuatan untuk merealisasikan dambaan dan cita-citanya itu. Apa yang telah didambakan manusia, itulah yang dijadikan sebagai Tuhannya dan oleh karenanya, Feuerbach mengatakan bahwa Tuhan tidak lain daripada sebuah citacita ideal manusia. Hal ini tentu saja sangat tidak sejalan dengan pemikiran agama bahwa Tuhan adalah Sang Maha Pencipta yang telah menciptakan manusia dan seluruh alam raya.

Ketiga adalah teori dari Karl Marx (1818-1883). Karl Marx juga merupakan salah satu filsuf yang sangat terkenal dari Jerman. Karl Marx melengkapi teori dari Ludwig Feuerbach, dimana Feuerbach hanya memperhatikan “Bagaimana manusia menciptakan Tuhan dan Surga”. Karl Marx menjelaskan lebih jauh mengapa manusia melarikan diri dalam suatu mimpimimpi agama, sebab dalam pandangan Marx, penderitaannya bersumber dari struktur-struktur sosial ekonomi, dan untuk mengatasi masalah itulah maka manusia melarikan diri kedalam agama dan Tuhan.

Dalam teori ini Marx mengatakan bahwa agama dijadikan alat para kaum kapitalis (dengan dukungan para tokoh agama), dalam melanggengkan penindasan terhadap kaum proletariat (yakni kaum tani dan buruh). Kesimpulan Marx disini karena sepanjang pengetahuan Marx dan agama memang berkolaborasi dengan penguasa ekonomi, dengan mengajarkan agar manusia menerima nasib hidupnya dengan tabah, kendati penderitaan sekalipun telah dialaminya. Jadi, dalam hal ini agama dipandang oleh Marx ikut dalam melanggengkan penindasan.

Dari pemikiran-pemikiran para tokoh di atas, jelas terlihat bahwa masyarakat Jerman pada saat itu cenderung jauh terhadap hal-hal yang bersifat religius atau keagamaan. Di sisi lain, Nietzsche sendiri hidup di lingkungan yang kental dengan nuansa religius. Meskipun demikian, pemikiran-pemikiran
Nietzsche sangat terpengaruh dengan tokoh-tokoh tersebut. Hal ini dikarenakan Nietzsche termasuk seorang anak yang sangat haus akan ilmu pengetahuan. Pada saat terciptanya puisi tersebut, Nietzsche tinggal di sebuah asrama yang kental akan ajaran agama. Maka dari itu, ia menciptakan puisi yang bertemakan kehidupan yang religius, puisi yang menganggap adanya Tuhan.

Kesimpulan konsep Erlebnis dari puisi Du hast gerufen – Herr, ich komme adalah, latar belakang terciptanya puisi tersebut sangat berpengaruh dari pengalaman-pengalaman penciptanya. Pengalaman yang mempengaruhi terciptanya puisi ini adalah pengalaman Friedrich Wilhelm Nietzsche sebagai pengarangnya. Pengalaman yang berpengaruh untuk puisi tersebut adalah pada saat Nietzsche masih berada di Schulpforta, yang tepatnya terjadi pada masa realismus. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Nietzsche pada saat itu juga sangat mempengaruhi terciptanya puisi ini. Konsep Erlebnis ini juga akan berpengaruh untuk konsep hermeneutik Dilthey yang selanjutnya.

Terciptanya puisi Du hast gerufen – Herr, ich komme sangat terpengaruh dari pengalaman hidup Nietzsche, karena Nietzsche adalah pengarang dari puisi tersebut. Ia menciptakan puisi tersebut pada saat ia ingin kembali ke jalan Tuhan, setelah ia merasa jauh dari Tuhan karena faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »