Perbedaan Metafora dan Simbol dalam Sastra

ADMIN SASTRAMEDIA 7/10/2019
Perbedaan Metafora dan Simbol dalam Sastra

SASTRAMEDIA.COM - Paul Ricoeur mengemukakan pentingnya meletakkan peranan metafora dan simbol di tempat sentral dalam penafsiran sastra karena pemahaman tentang dua konsep kunci penuturan puitik itu berkaitan dengan perluasan teori penafsiran dan konsep pemahaman itu sendiri. Pertama, dengan mendayagunakan fungsi keduanya kita akan dapat menunjukkan signifikansi suatu karya sastra sebagai ungkapan budaya dan kemanusiaan, dan membedakannya dengan signifikansi karya ilmiah akademik dalam kebudayaan. Signifikansi sastra yang penting ialah keberlimpahan makna (suprlus meaning) yang ditawarkan kepada pembaca. Karya sastra tidak hanya memberikan informasi tentang kehidupan dan makna kognitif, tetapi juga fakta tentang perasaan dan intuisi yang memiliki dinamika sendiri dalam kehidupan dan kebudayaan manusia.

Metafora dalam jangka masa yang lama sering dipandang sebagai ornamentasi (alamkara dalam bahasa Sanskerta), tetapi Paul Ricoeur memandangnya lebih dari sekadar ornamentasi. Metafora dalam dirinya memiliki nilai lain, yaitu nilai emotif yang memungkinkan ia mengatakan sesuatu yang baru tentang realitas. 

Sementara itu, simbol lebih kompleks dan kaya muatan nilainya. Dalam dirinya simbol mengandung dua dimensi, yaitu dimensi yang terikat pada aturan linguistik, dan dimensi yang tidak berikat pada aturan kebahasaan. Yang pertama dapat dikaji melalui semantik, sedangkan yang kedua cenderung asimilatif dan berakar dalam pengalaman kita yang terbuka terhadap berbagai metode yang berbeda bagi penyingkapan makna. Simbol dapat dikaji melalui berbagai disiplin seperti psikoanalisa, arkeologi, eskatologi, sejarah perbandingan agama, dan mistisisme.

Simbol berbeda dari metafora. Meskipun memiliki nilai tambah, metafora cenderung mati dan tidak segar lagi dalam penuturan disebabkan proses seperti pendangkalan dan pemiskinan arti. Simbol sebaliknya sebab ia menanam akarnya sedemikian dalam di dalam konstelasi kehidupan, perasaan, pemikiran, mimpi, dan alam yang langgeng. Simbol juga memiliki kemantapan yang sukar dipercaya dan dapat membimbing kita untuk berpikir bahwa ia tidak pernah mati. Ia hanya bisa ditransformasikan dengan berbagai cara sehingga selamanya terasa segar. Apalagi di tangan seorang penyair, pengarang, dan seniman yang kreatif, kaya gagasan, pengalaman batin dan imajinasi.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »