Sajak-Sajak Piek Ardijanto Soeprijadi

ADMIN SASTRAMEDIA 4/19/2020
Sajak-Sajak Piek Ardijanto Soeprijadi


Sajak-Sajak Piek Ardijanto Soeprijadi

JARING-JARING

kali ini
nelayan menebar jaring di laut
menangkap ikan

kali lain
Tuhan menebar jaring maut
menangkap insan


DI DATARAN KAMADATU

dengan mata kujamah sawah terbentang
di kejauhan menghijau betapa suburnya
sesubur tubuhmu

dengan mata kuusap punggung gunung
di kejauhan membiru lembut
selembut wajah dan hatimu

dengan mata kutelusuri sebatang sungai
di kejauhan berliku-liku seperti hatimu
semoga bermuara di telaga jiwaku

duh gadis manis lihatlah garis alit menggurat senja
bumi dan langit berkecupan di cakrawala
bumilah engkau dan langit itu aku

kini masa kita di kamadatu
bergolak gejolak jiwa di dataran hidup
saling menumpahkan dan menampung penuh harap

marilah kita berdampingan dekat kalamakara ini
kelam segera turun sehabis senja
berpelukan pun hanya angin tahu rahasia kita

sebentar pandanglah mega gunung sawah dan sungai itu
Yang Mahaagung membentangkan kekayaannya
untuk hidup kita duh kekasihku


CEMARA

batang cemara
menggigil tepi telaga
sunyi

pucuk cemara
mengusap wajah bulan
sendiri

desah cemara
mengisi hati
sepi


SAJAK COKLAT

petang hari
angin mati
aku sendiri
di teluk sepi

kusadap senja
dan getah duka
ketika hidupku
diburu usia


BISIK KAKEK MENJELANG AJAL

tak kaudengar
ketukan daun pintu
tak kaulihat
tamu di ambang pintu

dia seperti kapas
datang bergegas
lunak mengajak
tak mampu aku menolak

jangan gelisah berpisah
aku jadi asing bagimu
kau jadi asing bagiku
meski kau cucuku

jangan meratap jangan menjerit
akan kutembus dinding langit
menyibak tirai rahasia abadi
sesudah suaraku tak kau dengar lagi

kau pun akan tahu
rahasia besar ini
setelah membuka pintu waktu
di balik bumi

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »