Sajak-Sajak Slamet Sukirnanto

ADMIN SASTRAMEDIA 4/18/2020
Sajak-Sajak Slamet Sukirnanto

PERJALANAN

Di atas hantaran Sumatera
7000 mil makin dingin
Ada yang hendak kuraih
dataran dan laut
selembar kertas ditutup kabut
peta bumi yang hilang hanyut
sejam lagi: aku di mana?

1976


RENGAT YANG RAKUS

Rengat yang rakus
Menyergap mimpiku
Menghisap yang halus
Seluruh kayalku!
Jasad dikoyak-koyak
Ditelan dikunyah
Roh merintih
Melontarkan gema
Mengaduh yang perih
Membentur tebing landai
Menggetarkan batu cemasku!

Rengat yang rakus
Ke dalam merayap
Mendesak bumi anganku
Seribu lobang
Sejuta gigitan
Mencabik hikmah-Mu!
Tanpa sisa
Tanpa remah
Ludaskan semua
Ludaskan semua
Bila kau suka!

Rengat yang rakus
Merambat dinding
Tembok batasmu
Mengepung tiang agung
Tonggak keyakinanmu!
Melahap, melahap
Seribu moncong
Sejuta moncong
Menganga gua yang pengap
Ruang yang pengap
Kandungan yang pengap
Hari-hari yang pengap
Kepastian-kepastian yang pengap.

Rengat yang rakus
Kehidupan yang rakus
Jakarta yang rakus
Tanah air yang rakus
Kemarau yang rakus
Kering yang rakus
Hening yang rakus
Menyergap hidupku!

Rengat yang rakus
Pesta atas darahku
Menghentikan getaran-getaran
Gaduh dalam tidurku
Mengharnbat langkah
Gontai di lempang jaianku.
Menghadang jembatan penyebarangan
Membagi medan di hadapan
Berjubelan, berdesakan
Mengepung waspadaku!

Rengat yang rakus
Jangan menyerap benihku
Jangan menyentuh darah anak-anakku
Jangan menghalau kedamaian rumahku
Jangan melahap mainan balon dan layang-layang
Lahaplah seluruh kertas kumal pustakaku!
Jangan menyentuh yang putih, yang bening
Telaga yang tidak pernah tersentuh lontaran batu!

1973


PENYAIR I

Mengajak pergi jauh
Angin kembali padamu
Laut pasang, riak pantai
Kibar layar. Perahu gelisah dalam tambatan.

1970


MAHGRIB PUN SAMPAI

Mahgrib pun sampai. Di luar jendelan
Senja terbata-bata
Sebelum ayat-ayat terakhir
Sebelum sujud usai

Tuhan. Aku sendiri
Menggugurkan gelisah
Hari ini
Terimalah tutur fasih kami
(Di luar gugur
Daun trembesi).

Tuhan. Sudah sempurna
Angka-angka pada jari
Telah sempurna ayat-ayat suci
Tinggal aku sendiri. Di luar jendela
Semakin sunyi.

1969


LUKA BUNGA

luka bunga
disaksikan batu dan cahaya
pada danau berkata
tampunglah perihnya!

Padang, November 1980

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »