Menyaksikan Lelaki Tua Diciptakan Kembali - Imam Budiman

@kontributor 6/02/2024

Imam Budiman

Menyaksikan Lelaki Tua Diciptakan Kembali

—the old man and the sea


-ernest hemingway-






Tengah abad dua puluh pengarang itu tiba di satu kota kecil
menyinggahi tepi aciarolli—pasca kejatuhan fasis mussolini
kota harum sejarah yang senantiasa menguarkan bau merah.

Ia menerjemahkan segala gelagat; angin yang bimbang, lindap
langit di barat, beserta isyarat tubuh laut semeja dengan taktik
masstracio. sejak perjumpaan itu, lengkung joran menghantui
setiap sudut rumah—dapur, ruang kerja, dan seisi kepalanya.

Ada mata kail yang menarik lengan tangannya ke mesin ketik

kasur seolah menolak tubuh di mana lelap tak seutuhnya jenak

barangkali sebuah prosa satu tokoh, tanpa syak harus berakhir

pada sebuah toko buku—kemudian pantas bunuh diri.

-santiago-

Tujuh camar berparuh masa lalu terlahir yatim, bermain di antara
kapal-kapal tua pesisir kuba. matahari belum tanak memanggang
kanal—seorang kanak menyelundup kaleng sarden sebagai bekal.

Delapan puluh empat kali layar mesti susut dan jatuh—tetapi
adakah yang lebih menyakitkan dari sepi dalam penderitaan?

Dan tidak pula hari ini, gulf stream telah memanggil namaku
sebelum mengangkat sauh, nelayan sial berpenyakit kulit itu
tak putus berdoa, kuatkan kenurku dan turunkan kepadaku
sejenis musim ajaib dari surgamu, tuhan, yang memenuhi
lambung perahu kecilku dengan wangi darah ikan segar.

Hari-hari gugur dan sederet gigi koloni hiu nyaris menyusut
cita-citanya. dayung bermata pisau menjelma pedang sabit
demi menyelamatkan tubuh marlin itu; meski yang tersisa
hanya separuh kepala dan belulangnya.


2024

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »