Showing posts with label Sosok. Show all posts
Showing posts with label Sosok. Show all posts

Herdi Sahrasad

@kontributor 9/17/2023


Herdi Sahrasad adalah aktivis pergerakan, peneliti, konsultan, penyair, jurnalis dan dosen senior (associate professor) pada Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina, Jakarta. Sedikitnya Sembilan (9) tulisannya dimuat jurnal internasional berindeks SCOPUS. Aktivis INDEMO (Indonesia Democracy Monitor, NGO) yang ikut mendirikan AJI (Aliansi Jurnalis Independen) ini masa mudanya menjadi visiting researcher di Russian and East European Institute, University, Bloomington, USA 1989 dan LEAD Institute New York 1994.

Mantan aktivis HMI dan dewasa ini research associate LP3ES sejak era kepemimpinan Aswab Mahasin, Rustam Ibrahim dan M.Dawam Rahardjo serta Abdul Hamid ini melakukan perjalanan jurnalistik sebagai wartawan perang ke Timur Tengah (Mesir, Jordania, Israel, Palestina, Saudi 1990) dan meliput kudeta militer di Manila 1989. Ia memperoleh training postgraduate Asian Studies di United Nations University & University of Phillipines (Manila, 1991); ia menjadi visiting fellow di Center of Southeast Asian Studies, dan Slavic/Russian studies, Monash University Australia atas kebaikan Prof John Legge dan Prof Herbert Feith dan Pro Milicent Vladiv Glover (1992); ia melakukan perjalanan jurnalistik dan berdiskusi di Charles University of Praha (Ceko), Universitas Hamburg, Jerman dan London School of Economics (a Talk with Prof Michael Leifer, LSE), London (1993); dan juga menjadi visiting fellow pada “Southeast Asia Program” Cornell University, Ithaca, New York, USA atas kebaikan Prof Benedict Anderson (1994). Ia jadi anggota redaksi Bisnis Indonesia (1986-1989) dan Media Indonesia (1989-1998).

Pendekar ‘proletar’ Paramadina dan GP Ansor daerah ini juga menempuh post graduate training and courses setingkat Master untuk “Energy and Sustainable Develop- ment International Session, Universidad da Costa Rica, 1994; Trade and Sustainable Development Course, Chiang Mai University, Thailand, 1995; Harare Africa (1996), Leadership for Environment and Development Course, 1994-1996, LEAD based in New York funded by Rockefeller Foundation. Alumnus Universitas Padjadjaran ini meraih gelar Doktor dari UIN SUKA Yogyakarta. Selain itu, Herdi juga merupakan alumnus The International Academy for Leadership, Gummersbach, Bonn, Jerman 1995, funded by FNS; menjadi visiting PhD student ISEAS Singapore/Institute of China Studies University of Malaya (2007); menjadi peneliti tamu (research scholar) untuk postdoctoral research tahun 2012, di Southeast Asian Center, Henry M Jack- son School of International Studies, University of Washington Seattle atas kebaikan Prof Laurie Sears/Loren Ryter PhD/ Arlene Lev dan Department of Political Science, University of California Berkeley, USA, atas kebaikan Prof. M. Steven Fish. Ia sempat jadi visiting researcher di Leiden dan Marburg University 2018 dan seminar di Geneva 2018. 

Tulisannya dimuat pelbagai media, jurnal dan koran antara lain: Kompas, the Jakarta Post, Prisma, Koran Tempo/ Tempo Interaktif, Ulumul Quran, Basis, Suara Pembaruan, Sinar Harapan, Jawa Pos, Republika, Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Bisnis Indonesia dan sebagainya. Sajak-sajaknya di- publikasikan harian Kompas, Republika, Suara Pembaruan, Media Indonesia, Suara Merdeka, majalah Horison, dan Pikiran Rakyat.

Agar tidak sia-sia dan hilang ditelan zaman, maka ratusan artikel, makalah dan tulisannya diterbitkan dalam bentuk buku, antara lain: LSM, Demokrasi & Keadilan: Catatan dari Arena Masyarakat dan Negara (Jakarta: LP3ES, 1999), Negara Madinah: Refleksi tentang Agama dan Pluralisme (bersama Al Chaidar, Jakarta: Madani Press, 2000), Gerakan Mahasiswa, Rezim Tirani dan Ideologi Reformasi (bersama M Fadjroel Rachman & Al Chaidar, diterbitkan Madani Press, 2000), Rizal Ramli dan Blok Perubahan (Freedom Foundation dan PSIK Paramadina, 2009), Prabowo the Raising Star (Freedom Foundation dan PSIK Paramadina, 2009), Kallanomics (Balai Pustaka, 2009), Islamism and Fundamentalism (bersama Al Chaidar, diterbitkan Malikussaleh Press, 2012), Asia Tenggara: Kuasa dan Kepemimpinan (Media Institute dan CTSS-UI, 2013), Teknokrasi Habibie dan Diaspora Teknolog IPTN di Amerika (LSAF, 2013), Arab Spring, Risalah Studi Wilayah Timur Tengah (Media Institute dan LSAF, 2013), Media, State and Society (Media Institute dan LSAF, 2014), Indonesia: Ketidakadilan, Korupsi dan Kekerasan (CSSUI, 2016), Aceh, Krisis dan Transisi sebelum Perjanjian Helsinki (CSS-UI dan 2016), dll. 

Sajak-sajaknya diterbitkan dalam Antologi puisi ‘Kompas-Gramedia’’ Gerak Esai dan Ombak Sajak Anno 2001 dan Hijau Kelon & Puisi 2002 (editor Sutardji Calzoum Bachri), Kaki Langit Kesumba dan Kaloka Tanah Pusaka (Kopisisa, Bagelen 2017, editor Soekoso DM), Semarang Sajak III (1980) dan Palestina, Aku Memanggilmu (2016)

Gilang Perdana

@kontributor 9/09/2023




Gilang Perdana. Menulis dan menerjemahkan puisi setelah pulang kerja sebagai auditor di pabrik mainain. Tinggal di Solo. Akun Instagramnya
@narasibulanmerah

Retna Ariastuti

@kontributor 9/09/2023



RETNA ARIASTUTI adalah penulis dwibahasa, Indonesia and Inggris. Mulai menulis fiksi pada tahun 2017 and telah menyelesaikan naskah novel pertamanya yang berbahasa Inggris, Home Away. Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat dan sekarang menetap di Oregon, Amerika Serikat.

Tjak S. Parlan

@kontributor 9/03/2023



Tjak S. Parlan, lahir di Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah bukunya telah terbit, antara lain Kota yang Berumur Panjang (Basa-basi, 2017—Kumpulan Cerita Pendek), Berlabuh di Bumi Sikerei (Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, 2019—Feature Perjalanan), Sebuah Rumah di Bawah Menara (Rua Aksara, 2020—Kumpulan Cerita Pendek), Cinta Tak Pernah Fanatik (Rua Aksara, 2021—Kumpulan Puisi). Selain menulis, ia menekuni perwajahan (desain) buku dan media cetak (koran, majalah, bulletin, jurnal, zine). Saat ini mukim di Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Imam Budiman

@kontributor 8/27/2023



Imam Budiman, kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur. Biografi singkat tentang dirinya termaktub dalam buku: Apa dan Siapa Penyair Indonesia (Yayasan Hari Puisi Indonesia, 2017); Ensiklopedia Penulis Sastra Indonesia di Provinsi Banten (Kantor Bahasa Banten, 2020); dan Leksikon Penyair Kalimantan Selatan 1930–2020 (Tahura Media, 2020). 

Beberapa karyanya tersebar di berbagai media cetak nasional seperti: Tempo, Media Indonesia, Republika, Pikiran Rakyat, Kedaulatan Rakyat, Nusa Bali, Majalah Sastra Kandaga, dll. Pemenang terbaik pertama dalam sayembara cerita pendek pada perhelatan Aruh Sastra 2015 dan Sabana Pustaka 2016.

Pada tahun 2017 mendapat Penghargaan Student Achievement Award, kategori buku sastra pilihan, dari Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta ia meraih beasiswa kuliah singkat Klinik Menulis Fiksi di Tempo Institute tahun 2018.

Buku kumpulan puisinya: Kampung Halaman (2016) serta Pelajaran Sederhana Mencintai Buku Fiksi (2021). Saat ini, mengabdikan diri sebagai Guru Bahasa dan Sastra Indonesia serta Ketua Tim Perpustakaan—Literasi Pesantren Madrasah Darus-Sunnah Jakarta.

Ilham Rabbani

@kontributor 7/30/2023




Ilham Rabbani, lahir di Lombok Tengah, 9 September 1996. Alumnus Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Magister Sastra, Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain menjalani serangkaian pendidikan formal, pada tahun 2016 tercatat pula sebagai alumnus “Kelas Esai”, Program Sekolah Menulis yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (BBY). Terlibat dalam pengelolaan kelompok belajar sastra Jejak Imaji di Yogyakarta sejak tahun 2015 hingga hari ini. 

Aktif memublikasikan tulisan-tulisan berupa puisi, esai, resensi, laporan jurnalistik, dan kritik sastra akademik di jurnal-jurnal nasional. Selain pernah mendapatkan sejumlah penghargaan, tulisan-tulisannya juga tayang di media massa cetak dan daring seperti Koran Tempo, Lombok Post, Koran Sindo, Merapi, Minggu Pagi, Basabasi.co, Bacapetra.co, Beritabaru.co, Sastramedia.com, Dialektikareview.org, Kibul.in, Jejakimaji.com, SKSP-Literary.com, Cerano.id, Haripuisi.com, Lensasastra.id, Omong-omong.com, Mata Budaya, Kreativa, dan lain-lain. Sementara itu, karya-karyanya yang telah diterbitkan dalam bentuk buku adalah kumpulan esai Perihal Sastra & Tangkapan Mata (2021) dan buku kajian Sastra, Kedaruratan, Pahlawan (2022).

Saat ini beralamat di Jagalan, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dapat dihubungi via akun: Instagram @_ilhamrabbani; Twitter @IlhamRabbani09; atau surel ilhamrabbani505@gmail.com.

Amir Yahyapati ABY

@kontributor 7/23/2023





Amir Yahyapati ABY , lahir di kota Kretek Kudus, 23 Desember 1962.  Menulis sejak tahun 1980, dan sejak tahun itu pula tulisannya yang berupa cerpen dan puisi telah dipublukasikan di: Sinar Harapan, Mutiara, HAI, D&R, Variasi, Amanah, Panji Masyarakat, Suara Karya, Merdeka, Lampung Post, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jawa Pos, The Jakarta Post, Republika, Bahana {majalah sastra Brunei Darussalam}, Suara Pembaruan, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka, Wawasan, dll. 

Iin Farliani

@kontributor 7/23/2023





Iin Farliani, telah menerbitkan dua buku yaitu kumpulan cerita pendek Taman Itu Menghadap ke Laut (2019) serta kumpulan puisi Usap Matamu dan Ciumlah Dingin Pagi (2022). Sejak 2013 aktif berkegiatan sastra di Komunitas Akarpohon. Tahun 2022 ia mengikuti dua festival sebagai emerging writer dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) dan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF). Dalam waktu dekat akan terbit buku kumpulan cerita pendek keduanya.   

Agus Manaji

@kontributor 7/23/2023




Agus Manaji. Guru SMKN 3 Yogyakarta. Selalu merasa menjadi warga dua kota karena tinggal di Muntilan Magelang, tapi bekerja di Kota Yogyakarta. lahir pada 16 Maret 1979. kumpulan puisi tunggalnya Seperti Malam-malam Februari, penerbit Interlude, th 2018. Tulisannya puisi dan esai dimuat di majalah Horison, www.basabasi.co, www.beritabaru.co,  www.sastramedia.com, majalah BASIS, www.langgar.co, www.SKSP-literary.com, www.sastramedia.com, www.nongkrong.co, Jurnal Puisi, Koran Kedaulatan Rakyat, koran Suara Merdeka, Koran BERNAS, Koran Jurnal Nasional, Koran Seputar Indonesia, Tabloid Manajemen Qolbu (MQ), Majalah Annida, Tabloid SPICE, Majalah Sabili, Majalah Karima, Jurnal Pawon, Majalah Muslimah, Jurnal BENI. Era awal 2000-an puisinya dimuat www.cybersastra.net,  www.bumimanusia.or.id, www.puisi.net 

Puisi-puisinya termuat dalam buku antologi komunal: Jejak waktu (2022), Nurel, Sastrawan Kembara (2022),  Plengkung (2021), Taman di Seberang Ingatan (komunitas Sastra Magelang, 2020), Sang Acarya (komunitas KKK, th 2021) GREGAH, antologi puisi dan geguritan Festival JOGLITFEST tahun 2019 (Festival Sastra Yogyakarta tahun 2019), Cermin Waktu, serial Pendapa #25 (taman Budaya Jawa Tengah, tahun 2019), Pesisiran, serial Dari Negeri Poci jilid 9 (Komunitas Dari Negeri Poci & Komunitas Raja Kecil, tahun 2019), Kota Terbayang, Retrospeksi 50 Tahun Kepenyairan Jogja (Tahun 2017, Taman Budaya Yogyakarta), Lintang Panjer Wengi Di Langit Jogja (tahun 2014), Dialog, Setahun Diskusi Puisi Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasumantri (PKKH) UGM (Tahun 2013), Antologi Apresiasi Sastra Indonesia Modern (penyunting Korie Layun Rampan, penerbit Galang, 2013), Kilometer Nol (2013), Negeri Awan, Dari Negeri Poci jilid 7 (Komunitas Dari Negeri Poci & Komunitas Raja Kecil th 2017), Yogya Halaman Indonesia jilid II (Studio Pertunjukan sastra, th 2018), Lirik Lereng Merapi (FKY Kabupaten Sleman, th 2001), Filantropi ( Festival Kesenian Yogyakarta, 2001), Dian Sastro For Presiden #2 Reloaded (2003), Herbarium (2007), Yogya, 5,9 SR (penerbit Bentang Pustaka dan Komunitas sastra Indonesia, 2006), 142 Penyair Menuju Bulan (Komunitas Studi Sastra Banjar Baru).

Esainya termuat dalam buku Kata Terpilih Kita Menjadi, Jagad Puisi, Cerpen dan Esai Pilihan Sastramedia 2021-2022, buku Merenda Kata Mendulang Makna (balai Bahasa Jawa Tengah, th 2019), Nunggak Semi, Dunia Iman Budhi Santosa (2021), 7 Jejak Guru (2020). 

Mengikuti Festival Sastra Yogyakarta, Joglitfest, tahun 2019. Puisinya Sajak Gelisah Buat Kekasih meraih juara pertama Lomba Cipta Puisi dalam rangka Milad ke XX Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 2001. Puisinya Prolog Badai Kering meraih juara Harapan dalam sayembara Penulisan Puisi Remaja tahun 1997, penyelenggara Majalah Sastra Horison dan Kemdikbud. Puisinya Diwan Batu-Batu terpilih sebagai salah satu finalis dalam Lomba Cipta Puisi Indosat tahun 2010, dan Esainya “Menyelusuri Aspek-aspek Sufistik Puisi Abdul Hadi WM dalam Madura, Luang Prabhang” meraih juara kedua dalam Lomba Mengulas Karya Sastra (LMKS) yang diadakan oleh pusat perbukuan kemdikbud dan Majalah Horison, tahun 2010. Sebiji Esainya Tuhan, Cinta dan Puisi menjadi salah satu nominasi esai pilihan www.sastramedia.com tahun 2022 ini.

Romzul Falah

@kontributor 7/23/2023



Romzul Falah, lahir Juni 2000 di Sumenep. Alumni Pondok Pesantren Aqidah Usymuni.
Sekarang tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas
Wiraraja, Madura. Bergiat di Pabengkon Sastra, Tarebung Cangka, dan Kelas Puisi Bekasi
(KPB). Buku puisi terbarunya Sebuah Kota Yang Menculik Kita (Basabasi, 2022).
Persahabatan melalui instagram @romzulfalah atau Twitter @sukukatacinta

Sunlie Thomas Alexander

@kontributor 7/16/2023




Sunlie Thomas Alexander lahir di Belinyu, Pulau Bangka, 7 Juni 1977. Menyelesaikan pendidikan Teologi-Filsafat di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia sudah menerbitkan tiga buku kumpulan cerpen, sebuah buku kumpulan puisi, dan dua buku kumpulan esai.

Kiki Sulistyo

@kontributor 7/16/2023



Kiki Sulistyo lahir di Ampenan, Lombok. Kumpulan cerpennya, Muazin Pertama di Luar Angkasa (2021), masuk nomine Penghargaan Sastra Kemendikbudristek 2022. Sementara kumpulan cerpennya, Bedil Penebusan (2021), masuk nomine Buku Prosa Terbaik Tempo 2021.

S. Prasetyo Utomo

@kontributor 6/25/2023





S. Prasetyo Utomo, lahir di Yogyakarta, 7 Januari 1961. Dia merupakan sastrawan, doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Unnes. Menyelesaikan  program doktor Ilmu Pendidikan Bahasa Unnes pada 9 Maret 2018 dengan disertasi “Defamiliarisasi Hegemoni Kekuasaan Tokoh Novel Kitab Omong Kosong Karya Seno Gumira Ajidarma”.   

Semenjak 1983  ia menulis cerpen, esai sastra, puisi,  novel, dan artikel di beberapa media massa seperti Horison, Kompas, Suara Pembaruan, Republika, Koran Tempo, Media Indonesia, Jawa Pos, Bisnis Indonesia, Nova, Seputar Indonesia,  Suara Karya,  Majalah Noor, Majalah Esquire, Basabasi. 

Menerima Anugerah Kebudayaan 2007 dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata untuk cerpen “Cermin Jiwa”, yang dimuat Kompas, 12 Mei 2007. Menerima penghargaan Acarya Sastra 2015 dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Menerima penghargaan Prasidatama 2017 dari Balai Bahasa Jawa Tengah. 

Kumpulan cerpen Bidadari Meniti Pelangi (Penerbit Buku Kompas, 2005), dibukukan setelah lebih dari dua puluh tahun masa proses kreatifnya. Cerpen “Sakri Terangkat ke Langit” dimuat dalam Smokol: Cerpen Kompas Pilihan 2008. Cerpen “Penyusup Larut Malam” dimuat dalam Pada Suatu Hari, Ada Ibu dan Radian: Cerpen Kompas Pilihan 2009 dan diterjemahkan Dalang Publishing ke dalam bahasa Inggris dengan judul “The Midnight Intruder” (Juni 2018).  Cerpen “Pengunyah Sirih” dimuat dalam Dodolitdodolitdodolibret: Cerpen Pilihan Kompas 2010. Novel terbarunya Tarian Dua Wajah (Pustaka Alvabet, 2016), Cermin Jiwa (Pustaka Alvabet, 2017). Kumpulan cerpen yang terbaru adalah Kehidupan di Dasar Telaga (Penerbit Buku Kompas, 2020), nomine Penghargaan Sastra Badan Bahasa 2021.

Naning Scheid

@kontributor 6/25/2023








Naning Scheid, lahir di Semarang, 5 Juni 1980. Penulis, Penerjemah, dan Aktris Teater berkebangsaan Indonesia yang menetap di Belgia. Pengajar di Fakultas Bahasa Inggris UPGRIS sebelum meninggalkan Indonesia. Aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan dan budaya di Belgia, serta beberapa kegiatan sastra di Indonesia. Naning sedang melanjutkan studi teater di Académie des Arts de la Parole Auderghem Bruxelles.

Sejumlah penghargaan yang diterima; Cakar Dubuk Tutul nomine Cerpen Terbaik Kompas 2021, Cerpen Bulan Biru di Laut Flores juara favorit Sastra Pariwisata 2021 diselenggarakan oleh Yayasan Pustaka Obor dan Rayakultura, Esai Madame Bovary: Kematian Romantisisme di Tangan Flaubert menjadi nomine Esai Terbaik Anugerah SastraMedia 2022, dan Aktris Terbaik 1996, 1997 pada Festival Teater Pelajar Semarang.

Buku-buku Naning yang telah beredar; Melankolia – Puisi dalam Lima Bahasa (2020), Novela Miss Gawky (2020), Puisi Fabel Jean de La Fontaine: Edisi Dua Bahasa Prancis – Indonesia (2021), Bunga-Bunga Iblis (2023), dan Mengurai Les Fleurs du Mal – Charles Baudelaire (2023) dalam proses terbit.

 

Matroni Muserang

@kontributor 4/02/2023




Matroni Muserang, penyair, esais, dan dosen di STKIP PGRI Sumenep. Dia tercatat sebagai alumnus akidah filsafat, pasca-sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang lahir di Banjar Barat, Gapura, Sumenep. Karya-karyanya terbit di sejumlah media massa, baik lokal maupun nasional. Buku puisi tunggalnya yang terbit Aku dan Pintu (2020).

Andreas Mazland

@kontributor 4/02/2023




Andreas Mazland, lahir 21 Juni 1997. Alumnus Universitas Andalas Padang. Puisi-puisinya dapat ditemukan di berbagai media seperti Tempo, Bacapetra, Padang Ekspress, Riau Pos, Media Indonesia, Haluan, Suara Merdeka dan media digital lainnya. Bergiat di Sarang Tampuo, sebuah komunitas sastra kecil-kecilan di Kota Padang.

Dadang Suprayogi

@kontributor 4/02/2023




Dadang Suprayogi, Lahir di Parigi-Ciamis, 17 Mei 1980. Alumni UPI Bandung 2003. Sejumlah puisinya pernah dimuat di. Galamedia, Galura, Jendela Seni Bandung, Mangle, Sunda Midang, dan dibukukan dalam Antologi Puisi Simfoni Nusantara bersama para penyair Bandung yang diterbitkan oleh Yayasan Jendela Seni Bandung. Menulis puisi dan cerpen dalam Bahasa Sunda dan Indonesia, namun lebih banyak ‘diendapkan’ secara pribadi.

Tjahjono Widarmanto

@kontributor 4/02/2023






Tjahjono Widarmanto, lahir di Ngawi, 18 April 1969. Tulisannya berupa puisi, esai, artikel dan cerpen dipublikan berbagai media di antaranya Koran Tempo, Jawa Pos, Pikiran Rakyat, Horison, BASIS, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Jurnal Faktual, SastraMedia, Lensasastra, Telembuk.com, Asyikasyik.com, Lampung Pos, cendana News, Sabana, dll..

Buku puisi terbarunya SULUK PANGRACUTAN dari KAMPUNG PARA ARWAH (2023), QASIDAH LANGIT, QASIDAH BUMI (2023). Bukunya yang lain di antaranya KITAB IBU dan KISAH HUJAN (2019), PERCAKAPAN TAN dan RIWAYAT KULDI PARA PEMUJA SAJAK (2016) menerima anugerah buku hari puisi Indonesia tahun 2016; PENGANTAR JURNALISTIK;Panduan Penulis dan Jurnalis (2016), MARXISME DAN SUMBANGANNYA TERHADAP TEORI SASTRA: Menuju Pengantar Sosiologi Sastra (2014), SEJARAH YANG MERAMBAT DI TEMBOK-TEMBOK SEKOLAH (2014), MATA AIR DI KARANG RINDU (buku puisi, 2013) dan MASA DEPAN SASTRA: Mozaik  Telaah dan Pengajaran Sastra (2013), DI PUSAT PUSARAN ANGIN (buku puisi, 1997), KUBUR PENYAIR (buku puisi:2002),  KITAB KELAHIRAN (buku puisI, 2003), NASIONALISME SASTRA (bunga rampai esai, 2011),dan  DRAMA: Pengantar & Penyutradaraannya (2012), UMAYI (buku puisi, 2012).

Selain menulis juga pernah bekerja sebagai Pembantu Ketua I dan Dosen di STKIP PGRI Ngawi, serta menjadi guru di  SMA 2 Ngawi. 

Nurillah Achmad

@kontributor 3/31/2023





Nurillah Achmad
. Alumnus TMI Putri Al-Amien Prenduan, Sumenep sekaligus alumnus Fakultas Hukum Universitas Jember. Emerging Writer of Ubud Writers & Readers Festival 2019. Menerbitkan novel Lahbako (Elex Media Komputindo, 2021) dan kumpulan cerpen Cara Bodoh Menertawakan Tuhan (Buku Inti, 2020). Saat ini tinggal di Jember, Jawa Timur.

Ade Mulyono

@kontributor 3/31/2023




Ade Mulyono,  lahir di Tegal. Esais. Buku terbarunya Dehumanisasi Pendidikan (2021) dan sedang menyiapkan novel keduanya “Namaku Bunga”. Kini bekerja sebagai karyawan swasta sambil terus menulis