Eko Setyawan
Memandangi Lukisan Affandi di Kawedanan
di hadapan kanvas Affandi,
aku mematung
melihat potret diri
yang hidup tapi bergeming murung.
kami bercakap dan bersenda gurau.
ia berkata kasihan padaku.
aku tertawa.
ada benarnya apa yang ia katakan.
sebab di sini hari-hari hanya diliputi kesedihan.
aku menatapnya.
lantas berpikir untuk apa ia kemari.
aku curiga
ia punya dendam pada negara
tapi tak seseorang pun memedulikannya.
di hadapan lukisan Affandi,
aku mematung.
kulihat wajah negara yang beringas
meski apa yang dibenci juga turut serta dicintai.
(Bengkulu, 2023)