Menjadi Musim Semi - Miftah Sanghyang

KONTRIBUTOR 6/12/2022
Miftah Sanghyang
Menjadi Musim Semi




Bayang-bayang tubuh tabu mengantungkan diri di kaki langit, dan malaikat bolak-balik timur ke barat, sementara bunga-bunga menanti musim semi. Tidak ada yang pasti kecuali mati.

Selimut putih adalah hadiah ulang tahun dari sebuah kepastian, membungkus tubuh bugil dan untaian-untaian doa di atas ubun. Sudah lama kau merindukan selimut itu, selimut yang menidurkanmu tanpa harus bertengkar dengan mimpi-mimpi. Kau adalah bayi yang tidur dengan damai.

Dalam gemuruh hujan kau biarkan semuanya berdiri menyaksikan upacara tanpa bendera. Ada yang menjahit kenangan dan ada yang merayakan kemenangan. Tubuhmu tanah, matamu batu dan kau menjadi musim semi untuk bunga-bunga.

[2021]

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »