Lirisme Lampu Lalu Lintas - Yohan Fikri

KONTRIBUTOR 12/05/2021
Yohan Fikri 
LIRISME LAMPU LALU LINTAS




Aku akan terus merindukanmu,
seperti warna merah lampu lalu lintas,
yang tabah menunggu kau tiba.

Aku berharap, kau bersedia sabar sebentar saja
— sebentar saja! Aku ingin sekadar
menatapmu sedikit lebih lama,

dalam 60 detik paling berharga; usia singkat
yang ingin kau pangkas dengan tergesa.

Aku selalu berdoa supaya waktu
tak terlampau gegas beranjak hijau, dan kau
tak mengambil arah jalan lain ketika pulang nanti.

“Selamat jalan dan hati-hati!”
ucapku lirih, dalam bahasa yang (mungkin)
tak akan pernah kau pahami.

(2021)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »